1. Ketidakpastian
Situasi Politik, ekonomi, hukum, sosial, budaya,
keamanan dan kondisi alam merupakan faktor yang erat kaitannya dengan kondisi
bisnis. Perubahan-perubahan yang cepat, dratis dan tidak terduga pada berbagai situasi
tersebut tentunya dapat menyebabkan ketidakpastian pada kondisi bisnis. Dengan
demikian, pada situasi seperti ini amatlah sulit bagi perusahaan menyusun
rencana ataupun strategi jangka panjang yang ideal. Padahal, untuk dapat
berkembang dan bertahan dalam waktu yang cukup lama di dunia bisnis, perusahaan
membutuhkan kondisi yang cukup stabil guna memproyeksikan target bisnis jangka
panjangnya. Masalah yang harus dihadapi dalam kondisi yang penuh ketidakpastian
adalah bagaimana menyiapkan rencana jangka panjang yang adaptif terhadap
perubahan dan menyiapkan rencana-rencana kontijensi jangka pendek dalam
mengimplementasikan rencana jangka panjang yang telah disusun.
2. Globalisasi
70% CEO dari 500 perusahaan TOP Fortune menyatakan
sangat peduli terhadap masalah globalisasi. Dalam pengertian yang paling
sederhana, globalisasi merupakan sesuatu yang "mendunia" dalam waktu
singkat. Misalnya globalisasi ekonomi dan globalisasi budaya, dapat dipahami
sebagai kondisi ekonomi dan budaya yang dalam waktu singkat berdampak ke
seluruh atau sebagian besar masyarakat dunia. Bagi organisasi bisnis, kondisi
ini dapat memberikan efek ganda, yaitu potensi peluang yang sangat dahsyat atau
sebaliknya potensi ancaman yang juga sangat berbahaya. Peluang bisnis dapat
muncul dari potensi pasar global atau konsumen global, sekaligus juga
memberikan tantangan atau permasalahan bagi organisasi, yaitu bagaimana
mengembangkan produk dan jasa yang dapat memenuhi selera global (yang berubah
demikian cepat dan sangat beragam), dan sanggup berkompetisi dengan para
kompetitor global. Disamping itu, sistem ekonomi dunia yang semakin
terintegrasi berakibat meningkatnya kerentanan organisasi terhadap efek domino
dari permasalahan ekonomi dan politik dunia. Dalam hal ini masalahnya adalah bagaimana
perusahaan memahami dengan tepat kondisi global melalui informasi yang akurat,
melakukan analisis yang memadai dalam menerjemahkan konten dan konteks
informasi tersebut serta merespon dengan cepat dan akurat.
3. Inovasi
Riset menunjukan bahwa sangat sedikit perusahaan,
bahkan perusahaan-perusahaan besar sekalipun yang telah berhasil mengembangkan
budaya inovasi dalam organisasinya, meskipun para CEO terus berjuang untuk
melakukan hal tersebut. Masalahnya adalah bagaimana menghilangkan ketakutan di
dalam organisasi terhadap tuntutan untuk senantiasa berfikir dan bertindak
kreatif dan inovatif. Sedangkan di sisi lain, adalah bagaimana mengendalikan
kreatifitas dan inovasi tersebut agar tidak menimbulkan efek yang dapat
merugikan perusahaan.
4. Regulasi
Dari perspektif pelaku bisnis, keberadaan suatu
peraturan atau regulasi dapat menguntungkan atau merugikan, tergantung jenis
bisnis dan bagaimana respon organisasi terhadap regulasi tersebut. Banyak
perusahaan yang berkembang dengan adanya regulasi-regulasi baru, misalnya
regulasi tentang proteksi bidang usaha kecil atau regulasi tentang kebutuhan
produk dan jasa tertentu yang dapat disediakan oleh perusahaan. Sebaliknya,
tidak sedikit juga perusahaan yang hancur karena tidak mampu memenuhi
standar-standar usaha yang terdapat dalam suatu regulasi, misalnya pemenuhan
standar lingkungan, atau keliru dalam menerapkan regulasi, misalnya salah atau
tidak menerapkan regulasi perpajakan dengan benar. Akibat ketidakpatuhan atau
ketidaksanggupan dalam menerapkan regulasi dapat berakibat kepada berbagai
konsekuensi hukuman, seperti tuntutan pembayaran denda atau bahkan penghentian
operasi oleh aparat penegak hukum. Tantangan yang harus dihadapi oleh
perusahaan terhadap permasalahan regulasi adalah bagaimana memahami dampaknya
terhadap bisnis dan meresponnya dengan benar dan cerdas.
5. Teknologi
Ketika perkembangan teknologi begitu pesat pada zaman
sekarang, amatlah sulit bagi perusahaan untuk senantiasa merespon perkembangan
tersebut dengan mengadopsinya dalam operasi bisnis. Padahal, kompetitor mungkin
saja memanfaatkan perkembangan tersebut untuk menyalip bisnis perusahaan.
Misalnya, hampir setiap tahun muncul versi terbaru teknologi informasi/TI dalam
berbagai bentuk aplikasinya. Perusahaan tidak semestinya merespon perkembangan
tersebut dengan selalu mengganti aplikasi yang sedang digunakan, tanpa
pertimbangan bisnis yang memadai. Masalahnya adalah bagaimana menyusun strategi
jangka panjang dalam mengelola teknologi yang seimbang antara kebutuhan,
investasi dan manfaat yang diperoleh dari adanya suatu teknologi dapat selalu
terjaga. Disamping itu, bagaimana perusahaan dapat mengambil keuntungan dari
perkembangan teknologi yang terkadang diluar perkiraan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar